Temukan 7 Perbedaan antara Qurban dan Aqiqah dalam Islam!

Rumahinfaq.or.id – Selain qurban ada juga amalan yang prosesnya dilakukan dengan cara penyembelihan hewan ternak. Walau demikian ada beberapa perbedaan qurban dan aiqah yang dapat ditinjau, baik dari segi arti atau pun waktu pelaksaannya.

Walaupun terlihat sederhana, masalah perbedaan qurban dan aqiqah ini masih membingungkan di tengah masyarakat. Sehingga, pembahasan ini sangat perlu untuk kita pelajari bersama. Apalagi pelaksanaan qurban tinggal sebentar lagi.

perbedaan qurban dan aqiqah
perbedaan qurban dan aqiqah

Yuk kita cari tau bersama 7 bukan 10 perbedaan aqiqah dan qurban pada pemaparan berikut ini;

1. Pengertian

Perbedaan yang paling mendasar antara qurban dan aqiqah adalah pengertian dari keduanya. Dikutip dari laman Badan Amil Zakat Nasional, aqiqah diartikan dengan penyembelihan hewan ternak yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur orang tua atas kelahiran anaknya.

Seperti artinya aqiqah yaitu ‘memotong’, maka aqiqah dapat diartikan sebagai memotong, baik memotong hewan ternak atau memotong rambut sang anak. Rasulullah telah bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari;

مَعَ الغُلاَمِ عَقِيقَةٌ
“Aqiqah menyertai lahirnya seorang bayi,..”

2. Dalil

Perintah qurban dapat dilihat dalam surah at-Kautsar ayat ke-2 nya;

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.”

Sedangkan perintah untuk melaksanakan aqiqah bisa ditemukan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Sumaroh ibnu Jundub radhiyyallahu ‘anhu.

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى

“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, maka hendaklah disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.”

3. Waktu Pelaksanaan

Sebagaimana kita ketahui, jika qurban dilakukan ketika hari raya Idhul Adha dan hari-hari tasyrik. Sehingga, sudah pasti jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah dan 11-13 Dzulhijjah.

Lebih tepatnya, qurban dilakukan setelah melaksanakan shalat Idhul Adha sampai sebelum terbenamnya matahari di hari terakhir hari tasyrik atau tanggal 13 Dzulhijjahnya.

Sedangkan untuk pelaksanaan aqiqah, tidak ada batas waktu tertentu. Akan tetapi, sebaiknya aqiqah dilaksanakan sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu hari ke-7 dari hari kelahiran anak.

Baca juga: Daftar Harga Sapi Qurban Idhul Adha 2022 dari Rumah Infaq

Penyembelihan hewan ternah untuk aqiqah tidak memiliki ketentuan waktu, yang penting anak tersebut sudah memasuki usia 7 hari. Penyembelihan hewan ternak untuk aqiqah juga dapat dilakukan ketika anak sudah dewasa.

Pada umumnya pelaksanaan aqiqah juga dibarengi dengan dipotongnya rambut sang anak dan pemberian nama untuk anak yang baru lahir tersebut.

Jika, aqiqah dapat dilakukan ketika anak sudah dewasa, maka manakah yang harus lebih didahulukan antara aqiqah atau qurban?

Dalam hal ini, dianjurkan bagi mereka yang dalam keadaan dan kondisi finansial yang baik untuk mendahulukan qurban. hal ini dikarenakan qurban memiliki batas waktu tertentu dibandingkan dengan aqiqah yang bisa dikerjakan kapan saja setelah anak berusia 7 hari.

4. Jumlah dan Jenis Hewan Ternak yang Digunakan

Perbedaan yang perlu diperhatikan juga antara qurban dan aqiqah adalah jumlah dan jenis hewan ternak yang akan disembelih. Pada umumnya, qurban menggunakan semua jenis hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing, domba atau unta.

Dan masing-masing hewan ternak tersebut mempunyai persyaratan yang berbeda dalam hal penyembelihannya. Seperti satu ekor sapi atau kerbau atau unta yang bisa diatasnamakan untuk satu orang saja atau 7 orang dengan cara patungan.

Sedangkan untuk satu ekor kambing atau domba untuk satu orang saja. Tidak hanya itu, jika seseorang yang memiliki kambing atau domba kurang lebih 30 ekor, maka wajib baginya utnuk melakukan qurban.

Baca juga: Jangan Asal Berqurban Tanpa Tau Apa Saja Syarat dalam Berqurban!

Jika qurban bisa menggunakan smeua jenis hewan ternak, maka aqiqah hanya dapat dilakukan dengan hewan ternak kambing atau domba atau hewan sejenis keduanya saja.

Dan untuk jumlahnya, untuk aqiqah anak laki-laki digunakan 2 ekor kambing atau domba atau hewan sejenis keduanya. Sedangkan untuk aqiqah anak perempuan yang disembelih hanya 1 ekor kambing atau domba atau hewan sejenis keduanya.

Adapun syarat lain hewan ternak yang digunakan untuk berqurban adalah tidak boleh ada cacatmya dan cukup usianya, yang dapat dilihat dengan cara sudah berganti giginya. Jika hewan ternak itu domba, maka minimal berusia satu tahun atau sudah berganti gigi.

Untuk hewan ternak kambing minimal sudah berumur 2 tahun, sapi dan kerbau harus sudah mencapai usia 2 tahun lebih. Dan yang terakhir ialah unta yang harus sudah mencapai usia lima tahun atau lebih.

Sementara hewan ternak utnuk digunakan dalam aqiqah yaitu hanya kambing atau domba yang cukup dewa dengan dilihat dari berngti giginya dan yang pasti hewan ternak tersebut tidak boleh dalam keadaan cacat.

Demikian itu sesuai dengan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tercantum dalam kitab al-Majmu’ Saryh Muhazzab;

“Aqiqah untuk anak laki-laki adalah dua kambing dan untuk perempuan satu kambing. Baik berjenis kelamin jantan atau betina, tidak masalah.”

Baca juga: Mempelajari Hadits-Hadits Rasulullah yang Berbicara Hadits Tentang Qurban

5. Aturan Pembagian Daging

Dalam kitab Taudhihul ‘adillah yang ditulis oleh KH. M. Syafi’i Hadzami bahwasanya hasil penyembelihan hewan qurban dilakukan pembagian dengan sebagian dagingnya wajib diberikan kepada kaum Muslim yang dalam kategori fakir dan miskin.

Akan tetapi, ada juga yang berpendapat jika daging qurban disunnahkan untuk dibagikan kepada fakir miskin sebanyak 1/3 bagian dagingnya, 1/3 bagian dagingnya untuk keluarga yang melaksanakan qurban, dan 1/3 bagian dagingnya untuk dihadiahkan/disedekahkan.

Dan pembagian daging qurban disyari’atkan dalam keadaan mentah atau belum dimasak. Sedangkan untuk daging penyembelihan aqiqah disyari’atkan dalam keadaan masak ketika dibagikannya.

Pembagian daging aqiqah kepada sesama Muslim tersebut bersifat sunnah, sebab tidak ada kewajiban untuk membagikan daging penyembelihan hewan aqiqah.

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa daging qurban dapat diberikan kepada siapapun tanpa melihat status ekonominya. Walau demikian, akan lebih utama jika diberikan kepada tetangga terdekat, fakir miskin, kerabat dan lain sebagainya.

Tentu saja pembagian daging hasil penyembelihan hewan ternak untuk aqiqah tersebut berbeda dengan daging qurban yang 1/3nya merupakan bagian untuk fakir miskin.

Baca juga: Yuk Kita Kupas Secara Tuntas Hukum Qurban dan Hukum Seputar Qurban!!!

6. Upah Penyembelih

Perbedaan yang terakhir yang akan kita bahas ialah tentang upah yang akan berikan oleh orang yang melaksanakan, baik itu qurban atau aqiqah.

Orang yang menyembelih hewan ternak untuk qurban tidak mendapatkan upah penyembelihan, melainkan mendapatkan bagian dari hewan ternak yang sudah disembelihnya utnuk qurban tersebut.

Sedangkan, penyembelih hewan ternak yang digunakan aqiqah aqiqah diperbolehkan utnuk meminta upah kepada orang yang melaksanakan aqiqah.

7. Tujuan

Perbedaan qurban dan aqiqah juga dapat dilihat dari tujuannya, yaitu qurban bertujuan untuk memperingati bagaimana pembuktian cinta Nabi Ibrahim ‘alaihissalam kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan mengorbankan anaknya Nabi Ismail ‘alaihissalam.

Sedangkan, aqiqah bertujuan untuk menyambut kelahiran anak sebagai tanda syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Demikianlah pemaparan kami mengenai perbedaan qurban dan aqiqah, semoga bermanfaat ya #sahabatrumi.



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?