Bagaimana Cara Zakat Mal Dari Tabungan Menurut Pandangan Para Ulama?

Rumahinfaq.or.id – Seperti halnya jenis harta yang lain, tabungan pun mempunyai kewajiban untuk dikeluarkan zakatnya saat sudah memenuhi ketetapan yang berlaku. Tapi masih banyak yang belum mengetahui apa saja yang termasuk ke dalam tabungan yang seharusnya dizakati dan bagaimana ketetapannya.

Padahal seperti yang kita ketahui,zakat adalah salah satu kewajiban yang disyariatkan oleh agama. Pada pembahasan kali ini, kita akan mengulas lebih lanjut mengenai zakat tabungan, ketetapan dan perhitungannya.

Zakat Mal Dari Tabungan
Zakat Mal Dari Tabungan

Zakat tabungan ialah opsi lain selain menabung di bank. Saat seseorang mempunyai harta maka ia akan tabung ke dalam bermacam bentuk tabungan seperti deposito investasi dan lain sebagainya.

Tetapi hal ini berbeda dengan zakat tabungan di mana hukum zakat berlaku atas harta tabungan sebab ada nilai dan kekayaan padanya. Maka dari itu, zakat tabungan disimpan sesuai dengan hadis atau ketetapan yang sudah disyaratkan oleh agama Islam.

Sesuai dengan namanya, zakat tabungan merupakan zakat yang dikeluarkan dari tabungan yang kita miliki selama tabungan tersebut berupa harta yang memenuhi kriteria zakat.

Baca juga: Cara Menghitung Zakat Rumah Kontrakan yang Disewakan

Kriteria pertama ialah harta, hal yang demikian berbentuk uang, emas atau perak yang merupakan milik pribadi dan dimiliki secara total. Kriteria kedua yakni harta tersebut sudah memenuhi batas minimal harus zakat (nisab) dan sudah tersimpan selama satu tahun (haul).

Zakat merupakan Zakat yang dikeluarkan dari tabungan kita selama tabungan tersebut berupa harta. Harta yang dikeluarkan untuk zakat tabungan dapat berbentuk uang emas dan atau perak yang dimiliki secara penuh. Harta yang dimiliki tersebut maka telah memenuhi batas wajib zakat dan telah tersimpan minimal 1 tahun.

Perlu di ingat bahwa tidak semua tabungan yang kita miliki mesti dikenakan zakat, sebab kembali lagi pada kriteria yang sudah dijelaskan. Lalu tabungan apa saja yang wajib dikeluarkan zakatnya?

1. Simpanan di Bank
Seluruh simpanan di Bank wajib dikeluarkan zakatnya selain pendapatan rutin yang diterima dari tempat bekerja titik simpanan di Bank tersebut bisa berupa rekening tabungan giro deposito yang dimiliki secara sempurna oleh pribadi titik deposito juga termasuk simpanan yang terkena zakat tabungan.

Ini dikarenakan Anda belum dapat mencairkan deposito ketika uang yang ada di dalam deposito dapat diterima dengan utuh dikala jatuh tempo. Berbeda dengan pendapatan rutin yang diterima bukankah termasuk kedalam zakat tabungan. Pendapatan rutin termasuk kedalam zakat penghasilan atau zakat pekerjaan.

2. Tabungan Pensiun
Sebagian pegawai ada yang menerima tabungan pensiun yang akan diberikan oleh tempat berprofesi ketika akhir masa kerjanya. Perlu dibedakan antara tabungan pensiun dengan hadiah yang diberikan perusahaan, sebab tabungan pensiun bukanlah hadiah melainkan sejumlah dana yang diakumulasi dari pendapatan sekaligus pemberian kompensasi dari perusahaan.

Ketika menerima tabungan pensiun, pemilik belum dikenai kewajiban zakat dan mesti menunggu setahun sesudah tabungan diterima untuk memenuhi persyaratan haul.

3. Safe Deposit Box
Bank menyediakan jasa kotak penyimpanan atau Safe Deposit Box (SDB) yang disewakan untuk orang yang berkeinginan menyimpan harta atau barang berharga lainnya dengan aman.

SDB dijaminkan oleh bank mempunyai cara keamanan tinggi yang sudah dirancang khusus dan terbuat dari baja kokoh yang melindunginya dari bermacam kerusakan.

Mengenai zakat tabungan SDB, perlu diperhatikan lagi berdasarkan jenis harta yang disimpan di dalamnya. Apabila yang disimpan merupakan harta yang memenuhi kriteria seperti uang, emas, dan perak maka harus wajib dikenai zakat.

Apabila harta tersebut berupa benda lain seperti permata, berlian, dan barang lain diluar kriteria maka tidakwajib kena zakat.

Prinsip perhitungan dasar pada zakat yaitu dengan mengeluarkan 2,5% dari jumlah harta yang kita miliki tetapi harta itu sudah memenuhi nisab dan haul.

Nisab merupakan batasan minimal kekayaan seseorang yang diharuskan untuk membayar zakat apabila seseorang memiliki harta yang telah mencapai nisabnya maka telah diwajibkan untuk membayar zakat.

Satuan harta Nisab pada zakat bisa berbagai jenis tergantung macam zakat nya. Zakat harta mencakup hasil perniagaan hasil laut, hasil panen hasil ternak dan lain-lain termasuk emas dan perak.

Haul mempunyai arti yakni 1 tahun, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, dan tidak ada zakat pada harta hingga mencapai haul, maka persyaratan haul pun juga berbeda tergantung macam harta yang dimiliki apabila harta belum termasuk haul maka tidak diwajibkan zakat.

Harta zakat terdapat dua jenis:

Harta yang perlu memperhatikan haul untuk dikeluarkan seperti, hewan, poin-poin perniagaan, karenanya tidak wajib zakat kecuali apabila harta tersebut telah berlalu selama 1 tahun.

Harta yang tidak melihat haul dan tak semestinya dengan haul antara lain buah-buahan, hasil panen, dan sebagainya. Karenanya harus menunaikan zakat saat sudah tampak kematangannya atau Anda dapat menunaikan zakat saat telah dipanen.

Demikian pengertian zakat tabungan yang mulai kini sudah bisa Anda terapkan dalam hidup. Jikalau Anda memiliki bisnis, juga bisa dizakatkan jika telah sesuai dengan persyaratan yang digambarkan dijelaskan diatas.

Semakin besar bisnis yang Anda miliki, maka ada harta yang perlu Anda wajibkan zakat. Untuk bisa mempunyai bisnis yang besar, maka sebaiknya mulai dengan mendapatkan modal usaha yang aman dan terpercaya.

Kami sebagai Lembaga sosial yaitu Yayasan Rumah Infaq menghimpun dan menyalurkan dana infaq, zakat dan sedekah. Silahkan salurkan dan sisihkan sebagian penghasilan Anda untuk beberapa program Kami guna mendukung keberlangsungan kegiatan anak santri.

Donasi



Tinggalkan Balasan

Open chat
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu ?